banner



Gopro Hero 8 Vs Dji Osmo

Selama pandemi Covid-19 masih belum ditemukan vaksinnya, kita semua wajib menuruti protokol kesehatan. Selain menjaga jarak dan memakai masker, diam di rumah saja bisa menjadi cara ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Namun, apakah tidak membosankan hanya Netflix and chill di rumah saja?

Untuk mencegah kebosanan selama berdiam di rumah, kamu bisa mulai menghabiskan waktumu dengan berkarya dalam bentuk apa saja, salah satu berkreasi dengan action cam.

Walaupun belum boleh travelling, kamu bisa menggunakan action camera saat jogging atau bersepeda. Ukuran yang mungil, ringan dan praktis adalah adalah alasan-alasan utama kenapa banyak orang membawa action cam saat merekam video di luar rumah. Selain itu, activity camera juga didesain tahan banting dan bisa digunakan di kondisi ekstrim.

Untuk kebutuhan-kebutuhan semacam ini, menggunakan kamera smartphone tentu tidak bisa menjadi opsi. Kamera smartphone memang bagus tapi tidak terjamin durabilitasnya jika digunakan di kondisi ekstrem. Padahal, saat pandemi Covid-xix ini berakhir, tentu akan sangat menyenangkan merekam video sambil motoran, rafting, sepedahan atau berenang, bukan? Makanya, tinggalkan smartphone dan beralihlah ke activity cam.

Saat ini, dua action cam terbaik yang bisa kamu pilih adalah GoPro Hero 8 dan DJI Osmo Activity. Keduanya hampir mirip, baik dari segi harga dan fitur-fitur bawaan. Dua action cam ini juga sama-sama bisa dipakai merekam video sambil berenang atau sambil melakukan olahraga-olahraga yang ekstrem. Jadi mana yang harus dipilih?

Tidak usah bingung karena ulasan dibawah bisa membantumu.

Desain dan Tampilan

Dari penampilan luar, GoPro Hero 8 Black dan Osmo Action tampak tidak terlalu berbeda. Blueprint khas GoPro tetap dipertahankan di GoPro Hero 8, namun tentu dengan bobot yang lebih ringan dan bentuk yang lebih ramping. Sedangkan DJI Osmo Activity justru terlihat lebih gemuk dan tebal. Material body-nya juga terasa sangat "plastik" sehingga terasa kurang kokoh dan "murah" jika dibandingkan dengan GoPro Hero 8.

DJI Osmo Action (kiri) dan GoPro Hero 8 Black dengan kaki dudukannya (kanan)

Poin penting lainnya adalah GoPro Hero 8 Black memiliki semacam kaki dudukan yang bisa dilipat di bagian bawahnya. Dengan begitu, GoPro Hero viii akan lebih mudah dipasangkan dengan aksesoris tambahan guna melengkapi kegiatanmu merekam video aksi.

Walaupun begitu, DJI Osmo Action masih patut berbangga. Pasalnya, action cam ini memiliki layar depan berukuran 1.4 inch. Layar ini berguna kalau kamu mau melihat bagaimana video yang ditangkap oleh DJI Osmo Activeness ini. Buat kamu yang vlogger, layar semacam ini tentu lebih berguna daripada layar kecil monokrom yang hanya menampilkan informasi standar di GoPro Hero eight.

Hasil Foto dan Video

Poin terpenting untuk membandingkan sebuah action cam adalah tentu saja kualitas kameranya. Di sektor ini, GoPro Hero 8 Black dan Osmo Activeness hadir cukup baik. Di sektor perekaman video, kedua activeness cam ini bisa merekam gambar 4K di sixty fps dan tedious-motility 1080p di 240fps, thank you to sensor kamera CMOS 12 megapixel yang disematkan GoPro dan DJI.

GoPro Hero 8 Black (kanan) dan DJI Osmo Action (kiri)

Jika dibandingkan, GoPro Hero 8 Black bisa dibilang lebih unggul karena hasil kameranya tampak lebih tajam dan memiliki four mode pengambilan gambar secara wide-angle (SuperView, Broad, Linear dan Narrow). Untuk time lapse, GoPro Hero 8 juga terbilang lebih unggul jauh dari dari DJI Osmo Action. DJI Osmo Activeness cuma mampu merekam satu frame sampai 30 detik. Sedangkan, GoPro Hero 8 bisa merekam satu frame sampai 60 menit! Artinya, kamu butuh ane hari lebih untuk merekam one detik video time-lapse. Fitur ini memang bukan untuk semua orang, tapi mungkin menjadi poin penting buat pembuat film indie, misalnya.

Namun, DJI Osmo Action unggul karena mampu merekam video HDR (Loftier Dynamic Range), bahkan hingga resolusi 4K di thirty fps. Artinya, hasil tangkapan layar DJI Osmo Action akan memberikan tingkat kontras yang lebih baik. Ini cocok kalau kamu sedang merekam video aktivitas outdoor seperti di pantai.

Photo/Video Stabilization

Untuk image stabilization, fitur ini adalah fitur yang wajib dalam sebuah action cam. Fitur ini berguna untuk "menghaluskan" gerakan kamera sehingga hasilnya tetap bisa dinikmati dan tidak blur. Bagusnya, baik DJI Osmo Activeness dan GoPro Hero eight Blackness memiliki sistem stabilisasi yang sama bagusnya. RockSteady di Osmo Action dan HyperSmooth 2.0 di Hero 8 cukup mampu mengurangi guncangan-guncangan saat merekam video. Tapi kalau kamu perhatikan hasilnya dengan baik, HyperSmooth two.0 terasa lebih baik daripada RockSteady.

Untuk kualitas perekaman suaranya sendiri, dengan 3 mic loftier allegiance di Hero 8, suara yang dihasilkan juga dirasa menggungguli DJI Osmo Activeness yang terasa standar. So, di sektor ini, harus diakui kalau GoPro Hero viii adalah pilihan yang baik.

Untuk memberikan sedikit summary, spesifikasi dan fitur GoPro Hero viii dan DJI Osmo Action bisa dirangkum sebagai berikut:

Harga

Akhirnya sampailah kita ke poin yang konon katanya menjadi faktor paling penting sebelum memutuskan untuk membeli activity cam: harga.

DJI Osmo Action dibanderol dengan harga four.5 juta Rupiah sementara GoPro Hero 8 Blackness dihargai sebesar sekitar 5 juta Rupiah. Perbedaan harga kira-kira sebesar 500 ribuan ini ada menjustifikasi kemampuan stabilizer, mic, design dan kamera dari GoPro Hero 8 Blackness yang terbilang berada diatas DJI Osmo yang tampil standar.

So, GoPro Hero 8 Black adalah pilihan yang sesuai kalau kamu punya upkeep berlebih dan ingin kualitas foto dan video yang prima. Tapi kalau budget-mu terbatas tapi tetap ingin action cam dengan stabilizer yang baik dan kualitas foto dan video yang tidak abal-abal, DJI Osmo Action bisa menjadi pilihan.

Source: https://wia.id/journal/pilah-pilih-action-camera-terbaik-saat-ini-gopro-hero-8-atau-dji-osmo-action/

Posted by: browningfroppres.blogspot.com

0 Response to "Gopro Hero 8 Vs Dji Osmo"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel